Dalam ingatannya yang masih segar, Syahzinan yang datang dari Jakarta waktu itu bersama Muhammad Buang (alm) Elza Zen (alm) Idris Zaini (alm) Nazar Mahmud serta beberapa tokoh juga dari Bandung dan Yogyakarta, mengungkapkan bahwa mereka bersama – sama telah menginap di Hotel Purajaya yang merupakan hotel nostalgia dan kenangan di masa lalu yang tak pernah dilupakan begitu saja.
“Ya, hotel Purajaya ini sebagai bagian dari perjuangan dan peninggalan masa lalu. Oleh sebab itu, saya mendukung Megat Rury Afriansyah, pemilik Hotel Purajaya Nongsa Batam, dalam perjuangan yang telah ditempuh untuk mendapatkan keadilan dan hak hak sebagai azas equality before the law. Ingat! sejarah itu tidak berbohong, yang berbohong itu adalah para pelaku dan saksi sejarah,” pungkasnya.(tim_red).






