Rangkaian kegiatan berlanjut pada malam harinya dengan jamuan makan malam bersama di kawasan perbukitan Bukittinggi yang menyuguhkan panorama alam.
Keesokan harinya, agenda dilanjutkan dengan pembukaan City Expo, Pawai Budaya, pertunjukan seni, olahraga bersama, serta kegiatan penanaman pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
Amsakar berharap pertemuan ini mampu memperkuat sinergi antardaerah di Sumatera dan melahirkan gagasan-gagasan segar untuk pembangunan kota yang lebih baik.
“Insyaallah, melalui Muskomwil ini akan lahir ide-ide cemerlang dan sinergi antarpemerintah kota yang semakin kokoh. Mari kita jadikan forum ini sebagai langkah konkret untuk meningkatkan kapasitas daerah kita masing-masing,” pungkasnya.
Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, menekankan pentingnya sinkronisasi dan sinergi antara program nasional Asta Cita Presiden RI dengan visi-misi kepala daerah.
Menurut Bima, penyelarasan kebijakan pusat dan daerah penting untuk menciptakan efisiensi anggaran serta mendukung program prioritas pembangunan. Ia menegaskan bahwa efisiensi bukan sekadar memangkas belanja, tetapi juga memperkuat investasi, memperluas ruang fiskal daerah, dan mendorong reformasi birokrasi.
Dalam paparannya, Bima juga mengutip buku Paradoks Indonesia karya Presiden RI Prabowo Subianto, yang memuat tantangan besar bangsa seperti ketimpangan ekonomi, kebocoran anggaran, dan rendahnya kualitas SDM. Untuk mengatasinya, Bima mendorong pertumbuhan ekonomi dua digit dalam 10 tahun ke depan dan memperkuat peran pemerintah dalam mendorong investasi serta koperasi.
Ia juga mengajak pemerintah daerah untuk fokus pada sektor riil seperti pangan, agroindustri, dan hilirisasi sumber daya alam. Komitmen terhadap pemberantasan korupsi dan efisiensi belanja turut ditekankan sebagai upaya menutup kebocoran keuangan negara.
“Dukung penuh program Presiden Prabowo dan mari bersama memajukan daerah,” ajaknya.(tim_red).





