Amsakar juga memaparkan sejumlah potensi strategis Batam yang terus berkembang. Selain perdagangan dan industri manufaktur, Batam memiliki kawasan ekonomi digital seperti Nongsa Digital Park (NDP), sektor maintenance, repair, and overhaul (MRO) penerbangan, serta peluang investasi di bidang teknologi, termasuk unit pemrosesan grafis (graphics processing unit/GPU) dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Menurut Amsakar, penguasaan ilmu pengetahuan dan pendidikan yang relevan menjadi modal penting bagi generasi muda untuk menghadapi kebutuhan dunia kerja, khususnya di kawasan industri dan wilayah perbatasan.
Ia menilai mahasiswa memiliki kesempatan besar untuk mengambil peran dalam perkembangan Batam. Karena itu, proses pendidikan tidak cukup hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga harus membentuk karakter, integritas, kemampuan beradaptasi, dan semangat kewirausahaan.
“Pemerintah Kota Batam siap terus berkolaborasi dengan institusi pendidikan tinggi seperti Universitas Ibnu Sina demi mencetak sumber daya manusia yang kompeten, berintegritas, dan mampu bersaing di tingkat global,” pungkasnya.(tim red).






