Untuk menjaga proses penilaian, Pemko Batam melibatkan dewan juri dari berbagai latar belakang. Mereka terdiri atas Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam Ardiwinata, Kepala Dinas Kominfo Kota Batam Rudi Panjaitan, akademisi Meuthia Ramadhani Archam, seniman dan budayawan Samson Rambah Pasir, serta konten kreator dan insan perfilman Alfredo Sihombing.
Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, Laws Team berhasil meraih juara pertama. Posisi kedua ditempati Unrika Marwah melalui film berjudul Tepi Selat, sedangkan Mednation Team meraih juara ketiga dengan karya berjudul Di Balik Sunyi.
Para pemenang mendapatkan hadiah sesuai peringkat. Juara pertama memperoleh Rp5 juta, juara kedua Rp4 juta, dan juara ketiga mendapatkan Rp3 juta.
Riama memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dan menuangkan gagasan kreatif melalui film.
Ia berharap pesan mengenai nasionalisme dan wawasan kebangsaan yang disampaikan melalui karya para peserta dapat menjangkau masyarakat lebih luas, sekaligus mendorong semangat bela negara di ruang digital.
Kompetisi tersebut juga diharapkan menjadi salah satu ruang kreatif bagi mahasiswa Kota Batam untuk mengembangkan gagasan sekaligus memperkuat pemahaman terhadap nilai-nilai kebangsaan.(tim_red).





