Dimulai Jadi Penggiat Anti Korupsi serta Konsultan Komunikasi, Sekarang Jusuf Rizal Jadi Pedagang Besi Tua serta Barang Rongsokan 

Dalam berbisnis besi tua ada beberapa tahapan yang menurut Jusuf Rizal diketahui. Mulai proses tinjau barang, taksir, dan negosiasi harga. Kemudian potong, timbang, bayar dan angkut. Dalam prosesnya harus hati-hati agar tidak rugi.

Dalam prakteknya berbagai besi tua bisa ditampung. Mulai Kapal Bekas, Pabrik Bekas, peralatan mesin-mesin bekas, tembaga, plat besi, dll. Bahkan juga menerima jasa pembongkaran bangunan.

“Prinsipnya apapun pekerjaan yang ada kaitannya dengan barang-barang bekas, kami siap mengerjakannya. Silahkan japri via Wa 0811909654. Kami siap berbisnis dan melayani,” tegas Jusuf Rizal yang juga masih aktif mengelola sejumlah media online sebagai CEO Jaring Media Nusantara (JMN).

Dari penelusuran Redaksi, Jusuf Rizal termasuk multi talenta. Sebelum terjun jual besi tua dan barang bekas, pria yang gesit itu, pernah aktif diperusahaan advertising, marketing, promosi, event organizer, media relations, public relations, kemudian merambah di LSM, Partai dan Ormas Madas Nusantara, LBH, konsultan komunikasi.

Perusahaannya juga bekerja sama dengan Balindo yang mengangkut asset-Aset Bank Beku Operasi saat krisis tahun 1998 untuk kemudian dilelang. Ia juga selama tujuh tahun menyelengarakan Liga Sepak Bola Anak Indonesia seperti Liga Campina, Extra Joss, Ligana Milo, Liga Shampo Lifebouay, Piala Danon, dll, sebelum masuk di PSSI menjadi Direktur Pembinaan Usia Dini, Direktur Marketing dan Promosi era Nurdin Halid.(tim_red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *