INFOSEMUA.com -| Salah seorang penumpang kapal Roro tujuan Telaga Punggur ke Tanjung Uban mengeluhkan Pelayanan ASDP Telaga Punggur, pada Senin (27/01/25), sekira pukul 19.00 WIB.
Ia mengeluhkan buruknya pelayanan yang diterima saat hendak berangkat ke Tanjung Uban menggunakan Kapal Roro dari Telaga Punggur.
“Lebih dari 5 jam mengantri belum juga berangkat dari pelabuhan Roro Telaga Punggur ke Tanjung Uban. Saya mengantri dari jam 11 pagi sampai sekarang (jam 18.40wib ) belum juga berangkat,” ungkap salah seorang penumpang yang tak mau disebutkan namanya.
Di tempat yang sama, Gubernur LSM LIRA Kepri, Muhammad Nur menyatakan hal yang sama dan mengeluhkan pelayanan ASDP Telaga Punggur.
“Saya sudah cek in pada pukul 16.10, namun sampai sekarang jam 18.42 belum juga berangkat dan kemungkinan kami menunggu 2 Kapal lagi. Jadi, ya kira kira jam 21.00 WIB baru berngkat. Itupun kalau tidak kendala lagi,” ujar M. Nur kepada awak media.
M. Nur yang biasa disapa Gubernur LSM LIRA Kepri itu melihat bahwa adanya ketidak profesionalan management ASDP Telaga Punggur sehingga hal tersebut terjadi.
“Kita beli tiket on line dan sudah ditentukan waktunya, namun sampai di Telaga Punggur waktu yang ada di tiket tidak dijadikan acuan keberangkatan dan kami menduga ada hal-hal yang tidak prosedural, ‘diduga ada kendaraan siluman yang tak melalui pemesanan secara online saat pemesanan tiket’, sehingga merugikan masyarakat yang memakai jasa roro,” ungkapnya.
M. Nur juga menambahkan bahwa beberapa waktu lalu, ia membaca berita General Manager PT ASDP Batam, Hermin Welkis memastikan kelancaran layanan transportasi laut.
“Dia memastikan kelancaran layanan transportasi laut selama libur panjang dengan menyiapkan berbagai langkah antisipasi, termasuk penambahan armada pada rute populer seperti Telaga Punggur, Batam–Tanjung Uban, Bintan. Tapi, itu hanya omong kosong dan pembohongan publik” sebutnya.
“Saya berharap DPRD Kota Batam dan DPRD Provinsi Kepri serta DPR RI bisa melakukan sidak di pelabuhan telaga punggur dan melakukan RDP dengan pimpinan ASDP Batam maupun pusat,” lanjutnya.
Sambungnya, banyaknya kendaraan (Mobil) yang akan berangkat melalui Pelabuhan Telaga Punggur tidak sesuai dengan nomor Polisi yang ada di tiket.
Terakhir, M. Nur mengatakan bahwa dirinya tidak menerima jika Badan Usaha Milik Negara dikelola oleh orang orang yang tidak Profesional.
“Kita tak rela Badan Usaha Milik Negara dikelola oleh orang orang yang tidak profesional dan bermental korup,” Tutupnya.
Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih mencoba untuk meminta tanggapan dari management ASDP Telaga Punggur.(tim_red).