Lebih lanjut, Firmansyah berharap para peserta yang kelak telah bekerja maupun membuka usaha mandiri dapat berkontribusi kembali terhadap Baznas, sehingga pemberdayaan dapat terus berkelanjutan.
“Setelah memiliki pendapatan yang cukup, kami berharap para alumni dapat turut memberikan sumbangsih kepada Baznas agar program seperti ini bisa terus berkembang,” tuturnya.
Pemko Batam, kata Firmansyah, akan terus memperluas program pelatihan berbasis keterampilan untuk membuka lebih banyak lapangan pekerjaan bagi warga Batam.
Sementara itu, Ketua Baznas Kota Batam, Habib Soleh, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan arahan Wali Kota agar pendistribusian zakat tidak hanya bersifat konsumtif. Minimal 40 persen anggaran diarahkan untuk produktivitas dan peningkatan keahlian mustahik.
“Sebanyak 50 peserta yang mengikuti pelatihan ini direkomendasikan oleh 15 UPZ dari masjid-masjid di Batam. Anggaran yang digunakan seluruhnya ditanggung Baznas Kota Batam, sebesar Rp278 juta,” jelas Habib Soleh./Red.

