INFOSEMUA.com -| Wali Kota Batam Amsakar Achmad menegaskan bahwa penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Batam Tahun Anggaran 2027 harus berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Setiap program yang direncanakan pemerintah daerah diharapkan memberikan manfaat nyata, bukan sekadar mengejar realisasi anggaran.
Penegasan tersebut disampaikan Amsakar saat memberikan tanggapan dan jawaban pemerintah atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Kota Batam terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) APBD 2027 dalam rapat paripurna di Ruang Sidang Utama DPRD Kota Batam, Rabu (7/10/2026).
Menurut Amsakar, berbagai masukan yang disampaikan fraksi-fraksi DPRD menjadi bagian penting dalam menyempurnakan rancangan anggaran. Pembahasan tersebut tetap harus memperhatikan arah kebijakan umum anggaran serta prioritas dan plafon anggaran sementara (KUA-PPAS), sekaligus mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah.
Ia menekankan bahwa keberhasilan APBD tidak cukup diukur berdasarkan besarnya anggaran yang dibelanjakan. Hal yang lebih penting adalah sejauh mana program pemerintah mampu menjawab persoalan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Karena itu, setiap perangkat daerah diminta memiliki target yang terukur, indikator kinerja, jadwal pelaksanaan, penanggung jawab, serta mekanisme pemantauan dan evaluasi yang jelas.
Infrastruktur, Banjir, dan Sampah Jadi Perhatian
Dalam arah kebijakan APBD 2027, Pemerintah Kota Batam memberikan perhatian pada sejumlah sektor yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Di antaranya pembangunan infrastruktur jalan dan drainase, pendidikan, kesehatan, penanganan banjir, pengelolaan sampah, serta penguatan ekonomi masyarakat.
Pembangunan infrastruktur direncanakan mencakup peningkatan sejumlah ruas jalan, pembangunan jembatan, penambahan unit sekolah baru, pembangunan ruang kelas, serta penguatan infrastruktur dasar dan aksesibilitas di wilayah mainland maupun hinterland.
Amsakar menyampaikan bahwa penentuan prioritas pembangunan harus mempertimbangkan tingkat urgensi, kondisi lapangan, kebutuhan masyarakat, kesiapan perencanaan, kualitas konstruksi, keselamatan, kemampuan keuangan daerah, hingga keberlanjutan pemeliharaan.
Sementara itu, penanganan banjir diarahkan melalui langkah terpadu, mulai dari pembangunan dan pemeliharaan drainase, normalisasi saluran, pengendalian sedimentasi dan sampah, perlindungan daerah resapan air, hingga penguatan sistem pompa di kawasan rawan banjir.
Di sektor persampahan, pemerintah berencana memperkuat pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir. Upaya tersebut meliputi pengurangan dan pemilahan sampah, peningkatan layanan pengangkutan, pembangunan tempat pengolahan sampah dengan prinsip pengurangan, penggunaan kembali, dan daur ulang (TPS 3R), serta pengembangan fasilitas di tempat pemrosesan akhir (TPA).
Pemko Batam juga merencanakan pembangunan lanjutan landfill TPA, penambahan TPS 3R, serta penguatan armada pengangkutan melalui penambahan truk arm roll dan kontainer sampah.
Pendidikan dan Kesehatan Masuk Prioritas
Selain infrastruktur dan lingkungan, APBD 2027 diarahkan untuk memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan.
Program yang disiapkan mencakup bantuan dan beasiswa bagi siswa kurang mampu, pemberian seragam sekolah bagi siswa baru SD dan SMP negeri maupun swasta, serta beasiswa mahasiswa, termasuk bagi mahasiswa dari wilayah hinterland.






