Hadir di Nongsa, Amsakar dan Li Claudia Ingatkan Pentingnya Silaturahmi dan Energi Positif Bangun Batam

Meski demikian, ia menegaskan bahwa kritik tetap menjadi bagian penting dalam proses pembangunan.

“Kebijakan yang kami ambil mungkin belum dapat memuaskan semua pihak. Namun, kami terbuka terhadap kritik yang membangun sebagai bahan evaluasi untuk terus memperbaiki kinerja,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan filosofi kepemimpinan Jawa, Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani, yang mengandung makna bahwa seorang pemimpin harus mampu memberi teladan, membangun semangat di tengah, dan memberikan dorongan dari belakang.

Amsakar mengajak masyarakat untuk tidak terjebak dalam sikap saling menyalahkan atau mencari kekurangan satu sama lain. Menurutnya, persatuan dan energi positif menjadi kunci dalam mendorong kemajuan daerah.

“Saya berharap kita semua dapat berdamai dengan hati. Jangan sibuk mencari keburukan orang lain. Yang kita butuhkan adalah kebersamaan dan kekompakan,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Amsakar mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan Batam sebagai rumah bersama yang dibangun dengan semangat gotong royong.

“Mari kita bangun Batam dengan hati. Jadikan Batam rumah kita bersama, dan arahkan energi kita untuk kebaikan daerah yang kita cintai ini,” pungkasnya.(tim_red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *